...
Hari ini, Jumat 16 Maret 2018. Seperti biasa, masih berada dalam ruangan 4 x 6 m yang dingin ber-AC. Ia, kami mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh gelar Guru Profesional di Kampus berbasis Pembangunan Karakter, UNIMED. Jika Tuhan berkenan, akhir tahun ini kami lulus semua, amin.
Yang saya tulis ini bukan tentang PPG ya, tapi ungkapan turut berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu tokoh inspirasi saya; Stephen Hawking (8 Januari 1942 – 14 Maret 2018), dua hari yang lalu, tutup usia pada umur 76 tahun. Terus terang, sedih mengetahuinya, sebagai seorang penggemar karya dan pemikiran beliau.
Saya mengenal beliau pertama kalinya lewat buku sewaktu mencari buku bagus, kelas X SMK, dan ketemu bukunya yang berjudul ‘Riwayat Sang Kala’ atau dalam bahasa Inggrisnya ‘A Brief History of Time’. Dalam buku inilah segala ketertarikanku terhadap fenomena kehidupan (fisik) menemukan semacam titik terang dan membuka pintu-pintu keingintahuan yang tak terhingga jumlahnya. Terlalu panjang jika diceritakan disini bagaimana isi bukunya, kalau mau, cari saja bukunya dan bacalah. Buku ini sangat recomended loh. Intinya kan? Setelah membacanya, semakin tertarik dengan kehidupan beserta segala fenomenanya, )0pp itu kian bertambah seiring waktu.
Kontribusi signifikan dari mahakarya beliau, membuat sangat kehilangan dengan kepergiannya. Beliau menginspirasi saya dan jutaan orang di dunia ini dengan teori relativitas dan gravitasi kuantum. Entahlah, begitu mencintai perihal ini. Sebagaimana Anda mungkin mencintai sesuatu dalam hidup Anda. Kepergiannya kehilangan mendalam bagi dunia ilmu pengetahuan, tidak banyak yang memberikan kontribusi bagi dunia kosmologi. Walaupun mengenal Carl Sagan (9 Nopember 1934 – 20 Desember 1996) dan Neil de Grasse, tapi saya tidak sekenal beliau.
Seandainya memiliki kemampuan alkemis kelas 4, ingin rasanya memanggil beliau dari dunia orang mati untuk menanyakan beberapa hal penting yang membuat penasaran; tentang surga dan neraka, tentang Tuhan yang tidak dipercayai oleh beliau (kalau benar beliau-beliau tidak mempercayaiNya) dan tentang semua teorinya apakah benar dari dimensi transenden orang mati? Tapi apa daya, itu semua hanya ada dalam anime dan teori yang kita pelajari kan pak? Sungguh klise.
Terlepas dari apapun yang terjadi padamu disana pak Stephen, berharap yang terbaiklah engkau peroleh, sesuai dengan semua hal baik yang telah engkau berikan selama hidupmu di dunia fana ini. Kelak pemikiranmu dapat digunakan untuk mempermudah hidup manusia, dan kami yakin namamu akan selalu hidup dalam hati kami. Kami mencintaimu Stephen Hawking.
