1. Apa yang kita ketahui tentang energi?
Kita tidak tahu apa-apa, lebih tepatnya belum ada yang tahu darimana pastinya energi itu berasal.
Para ahli menetapkan postulat Termodinamika I yaitu energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.
Ia telah ada dan akan selalu ada.
Wujudnya saja yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu.
2. Apa yang kita ketahui tentang cinta?
Ada banyak definisi cinta yang dibuat oleh mereka yang mendefinisikannya.
Diantaranya yang sering kita dengar:
cinta itu tidak ada logika
cinta tidak diketahui datangnya dari mana
Setidaknya itu yang dikatakan oleh mereka yang ingin cintanya dimaknai abadi.
3. Apa kesamaan diantara energi dan cinta?
(cinta yang benar, bukan serangkaian perasaan relatif yang muncul sebagai hasil penalaran dan reaksi kimia (endorfin, serotonin, dopamin) dalam otak manusia, yang sering diklaim masyarakat post modern ini sebagai cinta).
Kesamaan antara energi dan cinta adalah: sama-sama tidak bisa diprediksi awal dan akhirnya, datang dan perginya, karena memang absolut, tak terdefinisikan.
Jika kita setuju bahwa cinta tidak memiliki penyebab kemunculannya, maka konsekuensi logisnya adalah cinta tidak bisa dilenyapkan.
Bekas pahatan cinta sejati di dunia dapat kita lihat melalui eksistensi pasangan-pasangan suami isteri yang membuat hati tersentuh dan terkagum.
Cinta sejati sulit dijelaskan, bahkan mustahil dijelaskan.
Sebagaimana cinta Allah yang transenden pada manusia (di luar nalar manusia) yang hingga kini tidak dapat kita mengerti; kenapa Allah mau menyelamatkan manusia berdosa yang seharusnya dibinasakan.
Sebagian orang mengatakan cinta itu dapat ditumbuhkan atau dapat di-stimulus dari yang sebelumnya hanya perasaan biasa saja menjadi perasaan cinta.
Mengenai hal ini kita harus berani jujur, mengakui bahwa kita juga sering keliru dalam membedakan antara perasaan yang muncul dari penalaran (otak sadar dan otak tidak sadar), dengan konsep cinta yang sebenarnya.
Karena dalam kenyataannya, tindakan orang yang mengalami kedua perasaan itu sulit dibedakan.
Karena cinta tidak rasional, ia tidak dapat dijelaskan dengan satu konsep yang mutlak.
Semua penjelasan yang pernah dibuat manusia hanyalah mengelilingi lingkaran cinta itu sendiri.
Sehingga satu yang diketahui pasti oleh manusia tentang cinta; ketidakrasionalannya.
Selain cinta kasih Tuhan yang 'tidak rasional', cinta diantara manusia juga memiliki konsep irasional, seperti kerelaan tanpa syarat untuk memberikan apa saja termasuk nyawanya demi orang lain. Contoh:
Cinta Kasih Orang Tua terhadap Anak
Masih adakah yang meragukan tanggung jawab orang tua pada anaknya? walau penunjukannya terkadang tidak dinikmati dan dijiwai karena berbagai faktor.
Sebab ada saja orang tua lari dari tanggung jawab, menelantarkan anak-anaknya, melakukan hal tidak manusiawi lainnya, tapi ia tidak melakukannya.
Cinta Kasih Seseorang terhadap Teman
Mengenai kesetiakawanan tertinggi, rela memberikan nyawanya,
saat ia bisa saja menolak membantu
Secara khusus mereka yang berprofesi resiko tinggi
Misalnya para petugas pemadam kebakaran yang rela mengorbankan nyawanya sendiri demi keselamatan orang yang ditolongnya.
Cinta Kasih antara Dua Anak Manusia yang Beda Jenis Kelamin
Salah satu manifestasi cinta kasih di antara dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin adalah kesepakatan untuk melaksanakan mandat Allah: berketurunan.
Untuk berketurunan harus terjadi fertilisasi,atau sering disebut seks.
Seks atau fertilisasi hanya mungkin terjadi pada pria dan wanita, pasangan sah.
Kalau bicara radikal, manusia harus berani menerima bahwa seks mutlak hanya untuk tujuan berketurunan.
Bagaimana pendapat Anda mengenai seks untuk memperoleh bahagia tanpa maksud berketurunan?
Apakah itu menyalahi mandat Allah?
Inilah salah satu perbedaan yang kontras diantara Believers dan Non-Believers.
Non-Believers menuding Agama menjadi alat untuk mengekang kebebasan manusia berekspresi secara jasmani dan rohani.
Mereka yang tidak suka diatur-atur menyebut diri mereka eksistensialis dan lain sebagainya, yang pada intinya menekankan bahwa manusia dapat melakukan apa saja selama tidak merugikan orang lain.
Aturan semacam ini sangat berbahaya setidaknya diantara sesama mereka.
Mereka melepaskan dikotomi surga-neraka sebagai akhir perjalanan.
Polanya adalah, tidak mempercayai adanya konsep Iblis dan Tuhan, menuntun pada konsep 'hidup adalah kesempatan' (lakukanlah segala sesuatu yang menyenangkanmu) dan tidak ada akhirat (tidak perlu takutkan apapun dibalik kehidupan).
Cinta hanya satu, sifatnya sejati, selain itu, bukan cinta,
Cinta itu mendewasakan, membangun, memperbaiki
Mendorongmu bertumbuh
Dalam spektrum spritual, mendekatkanmu pada Sang Khalik
Beda dengan hasrat emosional yang dialami manusia karena serangkaian proses kimiawi dalam otak manusia setelah menimbang untung rugi.
Tak ada yang namanya cinta monyet, cinta bersyarat, cinta yang lain-lain.
-Image:
https://i1.wp.com/www.davidjdunn.com/wp-content/uploads/2013/12/428px-Klimkovics_Adam_and_Eve.jpg?fit=428%2C600&w=640
Kita tidak tahu apa-apa, lebih tepatnya belum ada yang tahu darimana pastinya energi itu berasal.
Para ahli menetapkan postulat Termodinamika I yaitu energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.
Ia telah ada dan akan selalu ada.
Wujudnya saja yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu.
2. Apa yang kita ketahui tentang cinta?
Ada banyak definisi cinta yang dibuat oleh mereka yang mendefinisikannya.
Diantaranya yang sering kita dengar:
cinta itu tidak ada logika
cinta tidak diketahui datangnya dari mana
Setidaknya itu yang dikatakan oleh mereka yang ingin cintanya dimaknai abadi.
3. Apa kesamaan diantara energi dan cinta?
(cinta yang benar, bukan serangkaian perasaan relatif yang muncul sebagai hasil penalaran dan reaksi kimia (endorfin, serotonin, dopamin) dalam otak manusia, yang sering diklaim masyarakat post modern ini sebagai cinta).
Kesamaan antara energi dan cinta adalah: sama-sama tidak bisa diprediksi awal dan akhirnya, datang dan perginya, karena memang absolut, tak terdefinisikan.
Jika kita setuju bahwa cinta tidak memiliki penyebab kemunculannya, maka konsekuensi logisnya adalah cinta tidak bisa dilenyapkan.
Bekas pahatan cinta sejati di dunia dapat kita lihat melalui eksistensi pasangan-pasangan suami isteri yang membuat hati tersentuh dan terkagum.
Cinta sejati sulit dijelaskan, bahkan mustahil dijelaskan.
Sebagaimana cinta Allah yang transenden pada manusia (di luar nalar manusia) yang hingga kini tidak dapat kita mengerti; kenapa Allah mau menyelamatkan manusia berdosa yang seharusnya dibinasakan.
Sebagian orang mengatakan cinta itu dapat ditumbuhkan atau dapat di-stimulus dari yang sebelumnya hanya perasaan biasa saja menjadi perasaan cinta.
Mengenai hal ini kita harus berani jujur, mengakui bahwa kita juga sering keliru dalam membedakan antara perasaan yang muncul dari penalaran (otak sadar dan otak tidak sadar), dengan konsep cinta yang sebenarnya.
Karena dalam kenyataannya, tindakan orang yang mengalami kedua perasaan itu sulit dibedakan.
Karena cinta tidak rasional, ia tidak dapat dijelaskan dengan satu konsep yang mutlak.
Semua penjelasan yang pernah dibuat manusia hanyalah mengelilingi lingkaran cinta itu sendiri.
Sehingga satu yang diketahui pasti oleh manusia tentang cinta; ketidakrasionalannya.
Selain cinta kasih Tuhan yang 'tidak rasional', cinta diantara manusia juga memiliki konsep irasional, seperti kerelaan tanpa syarat untuk memberikan apa saja termasuk nyawanya demi orang lain. Contoh:
Cinta Kasih Orang Tua terhadap Anak
Masih adakah yang meragukan tanggung jawab orang tua pada anaknya? walau penunjukannya terkadang tidak dinikmati dan dijiwai karena berbagai faktor.
Sebab ada saja orang tua lari dari tanggung jawab, menelantarkan anak-anaknya, melakukan hal tidak manusiawi lainnya, tapi ia tidak melakukannya.
Cinta Kasih Seseorang terhadap Teman
Mengenai kesetiakawanan tertinggi, rela memberikan nyawanya,
saat ia bisa saja menolak membantu
Secara khusus mereka yang berprofesi resiko tinggi
Misalnya para petugas pemadam kebakaran yang rela mengorbankan nyawanya sendiri demi keselamatan orang yang ditolongnya.
Cinta Kasih antara Dua Anak Manusia yang Beda Jenis Kelamin
Salah satu manifestasi cinta kasih di antara dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin adalah kesepakatan untuk melaksanakan mandat Allah: berketurunan.
Untuk berketurunan harus terjadi fertilisasi,atau sering disebut seks.
Seks atau fertilisasi hanya mungkin terjadi pada pria dan wanita, pasangan sah.
Kalau bicara radikal, manusia harus berani menerima bahwa seks mutlak hanya untuk tujuan berketurunan.
Bagaimana pendapat Anda mengenai seks untuk memperoleh bahagia tanpa maksud berketurunan?
Apakah itu menyalahi mandat Allah?
Inilah salah satu perbedaan yang kontras diantara Believers dan Non-Believers.
Non-Believers menuding Agama menjadi alat untuk mengekang kebebasan manusia berekspresi secara jasmani dan rohani.
Mereka yang tidak suka diatur-atur menyebut diri mereka eksistensialis dan lain sebagainya, yang pada intinya menekankan bahwa manusia dapat melakukan apa saja selama tidak merugikan orang lain.
Aturan semacam ini sangat berbahaya setidaknya diantara sesama mereka.
Mereka melepaskan dikotomi surga-neraka sebagai akhir perjalanan.
Polanya adalah, tidak mempercayai adanya konsep Iblis dan Tuhan, menuntun pada konsep 'hidup adalah kesempatan' (lakukanlah segala sesuatu yang menyenangkanmu) dan tidak ada akhirat (tidak perlu takutkan apapun dibalik kehidupan).
Cinta hanya satu, sifatnya sejati, selain itu, bukan cinta,
Cinta itu mendewasakan, membangun, memperbaiki
Mendorongmu bertumbuh
Dalam spektrum spritual, mendekatkanmu pada Sang Khalik
Beda dengan hasrat emosional yang dialami manusia karena serangkaian proses kimiawi dalam otak manusia setelah menimbang untung rugi.
Tak ada yang namanya cinta monyet, cinta bersyarat, cinta yang lain-lain.
-Image:
https://i1.wp.com/www.davidjdunn.com/wp-content/uploads/2013/12/428px-Klimkovics_Adam_and_Eve.jpg?fit=428%2C600&w=640
