Bagaimana rasa menjadi seorang penganut agama x?
Bagaimana rasanya menjadi seorang suku x?
Bagaimana rasanya menjadi seorang bermarga x?
Bagaimana rasanya menjadi seorang alumni sekolah x?
Kita baik-baik saja rasanya
Tidak merasa salah
Tidak merasa terancam
Senyaman itu jugalah orang lain
Setiap mereka memiliki kebenaran masing-masing
Kita menerima apa yang menurut kita benar
Entah itu karena proses penalaran
Entah itu karena warisan
Kita membela kebenaran itu
Terkadang sampai pertaruhkan hidup
Ia, kebenaran relatif itu
Itu wajar
Kita melihat yang beda dari kita
Kita memakluminya
Kita tidak mengklaim apa-apa
Tidak merasa lebih ini lebih itu
Karena kita sadar kebenaran itu relatif secara horizontal
Mutlak secara vertikal
Semua itu ada dalam pikiran
Semua itu adalah paham yang dipahamkan
Paham yang dibiasakan sejak kita masih belia
Semua itu adalah kondisi dalam pikiran
Begitu juga dengan paham yang kita sebut terorisme
Paham yang terpatri dalam benak penganutnya
Mereka tidak menyadari itu berbahaya
Sebagaimana kita melihatnya berbahaya
Masalah terorisme
Itu masalah cara pandang
Memandangnya dengan histeria
Tidak akan membuatnya tereduksi
Membunuh satu penjahat
Penjahat lainnya akan muncul
Memang tak ada cara lain mereduksi terorisme
Selain dari pendidikan kolektif
Penyadaran kolektif
Kita semua harus jadi 'Pendidik'
Kita semua harus bergerilya
Memerangi ketidaktahuan
Kita harus bergerak seolah kita sudah mati rasa
Karena dengan rasa berkabung
dan rasa ketakutan
kita kurang efektif memikirkan pendidikan itu
selain membuat rasa bangga bagi teroris itu sendiri
Dengan memahami seberapa besar keinginan kita membela apa yang kita percayai
Memungkinkan kita memahami isi kepala penebar teror
Artinya:
Jika kita tidak memiliki sesuatu yang benar-benar rela kita bela sampai mati,
Mustahil kita memberantas teror hingga ke akar-akarnya
Memberantas yang muncul dipermukaan, hanya itu sajalah
Mau tidak mau, benahi diri dulu
Sebagai warga negara
-Image:
https://c1.staticflickr.com/6/5135/5537596381_a4ec04efbf_b.jpg
Dengan memahami seberapa besar keinginan kita membela apa yang kita percayai
Memungkinkan kita memahami isi kepala penebar teror
Artinya:
Jika kita tidak memiliki sesuatu yang benar-benar rela kita bela sampai mati,
Mustahil kita memberantas teror hingga ke akar-akarnya
Memberantas yang muncul dipermukaan, hanya itu sajalah
Mau tidak mau, benahi diri dulu
Sebagai warga negara
-Image:
https://c1.staticflickr.com/6/5135/5537596381_a4ec04efbf_b.jpg
