Belakangan aku terlalu banyak protes
Akan lambatnya penyesuaian diri terhadap waktu dan irama disini
Berkeras dengan irama dalam kepala ini
Sementara irama luar terus berjalan
Dan...
Bamm... aku terbentur
Hari ini aku malu
Materi yang kukerjakan dengan yang dikerjakan peserta nomor urut sebelumnya, persis sama
Akan lambatnya penyesuaian diri terhadap waktu dan irama disini
Berkeras dengan irama dalam kepala ini
Sementara irama luar terus berjalan
Dan...
Bamm... aku terbentur
Hari ini aku malu
Materi yang kukerjakan dengan yang dikerjakan peserta nomor urut sebelumnya, persis sama
Baru ketahuan ketika hendak tampil
Padahal sudah di print out semua
Ya, itu salah diri sendiri,
Diri lalai, lupa, sepele, semua disitu
Harusnya diperiksa jauh hari sebelumnya
Hari ini aku kecewa
Sibuk tapi meleset dari target
Kadang sampai larut malam mengerjakan
Rasanya sudah semua tercover oleh pikiran ini
Tapi nyatanya ada dua hal yang terlewatkan
Sebelumnya juga sudah kejadian satu kali
Kalau masalahnya tertukar materi seperti ini
Rasanya sepele sekali,
lalai sekali,
tidak elegan ...
Salah perhitungan kek,
apalah yang jelas jangan salah materi
Mulai dari silabus, rpp, materi
Ahh...
Waktu peer teaching jadi kosong
Tidak ada yang mengisi,
Membuat suasana kian mencekam
Tidak ada yang siap maju karena memang bukan jadwalnya maju
Aku bisa saja maju dengan bahan yang ada
Dengan materi yang sama
Tapi pikiran sudah tak konsentrasi
Rasa malu yang berlebihan
Setiap detik yang berlalu itu
Rasanya seperti tikaman di tubuh
Tidak menyenangkan
Bingung
Otak dibanjiri rasa bersalah
Malu pada instruktur
Pada seisi ruangan
Lebih malu terhadap diri sendiri
Kesalahan dan ekspektasi yang berlebihan
Menginjak-injakku dalam rasa bersalah
Bisa kulihat dalam sudut mata orang-orang ini:
Kok bisa Gome melakukan kesalahan seperti ini dua kali?
Ada apa?
Ia, dan aku pun tidak menoleransi kesalahan ini
Mungkin perlu
Menenangkan diri, berkaca, merenung
Mengosongkan diri dari protes
Benar-benar ingin berdamai dengan gejolak pemberontakan
Ingin menyalurkan kemarahan ini melalui produktivitas
---------------------------
Image: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUG6nJs7gDNifwG4BCQ0Y-OsQm6j-Q9wHgBcWp6v67Ft8hgAU72cLV36xjzE53GXQbhlw3fEVpvJMoHqpW1w9u6AGa-xTury1kopGw2xyEk6yGZGPQAdIwsaCHQ0FbQu4SCYjAipgtNjKf/s1600/Bull.jpg
Ya, itu salah diri sendiri,
Diri lalai, lupa, sepele, semua disitu
Harusnya diperiksa jauh hari sebelumnya
Hari ini aku kecewa
Sibuk tapi meleset dari target
Kadang sampai larut malam mengerjakan
Rasanya sudah semua tercover oleh pikiran ini
Tapi nyatanya ada dua hal yang terlewatkan
Sebelumnya juga sudah kejadian satu kali
Kalau masalahnya tertukar materi seperti ini
Rasanya sepele sekali,
lalai sekali,
tidak elegan ...
Salah perhitungan kek,
apalah yang jelas jangan salah materi
Mulai dari silabus, rpp, materi
Ahh...
Waktu peer teaching jadi kosong
Tidak ada yang mengisi,
Membuat suasana kian mencekam
Tidak ada yang siap maju karena memang bukan jadwalnya maju
Aku bisa saja maju dengan bahan yang ada
Dengan materi yang sama
Tapi pikiran sudah tak konsentrasi
Rasa malu yang berlebihan
Setiap detik yang berlalu itu
Rasanya seperti tikaman di tubuh
Tidak menyenangkan
Bingung
Otak dibanjiri rasa bersalah
Malu pada instruktur
Pada seisi ruangan
Lebih malu terhadap diri sendiri
Kesalahan dan ekspektasi yang berlebihan
Menginjak-injakku dalam rasa bersalah
Bisa kulihat dalam sudut mata orang-orang ini:
Kok bisa Gome melakukan kesalahan seperti ini dua kali?
Ada apa?
Ia, dan aku pun tidak menoleransi kesalahan ini
Mungkin perlu
Menenangkan diri, berkaca, merenung
Mengosongkan diri dari protes
Benar-benar ingin berdamai dengan gejolak pemberontakan
Ingin menyalurkan kemarahan ini melalui produktivitas
---------------------------
Image: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUG6nJs7gDNifwG4BCQ0Y-OsQm6j-Q9wHgBcWp6v67Ft8hgAU72cLV36xjzE53GXQbhlw3fEVpvJMoHqpW1w9u6AGa-xTury1kopGw2xyEk6yGZGPQAdIwsaCHQ0FbQu4SCYjAipgtNjKf/s1600/Bull.jpg
