Masalah:
Isu minor (masalah berikutnya yang muncul sebagai dampak dari masalah utama) adalah kemiskinan, ledakan penduduk, pengangguran, pencemaran lingkungan, kriminalitas, korupsi, kecemburuan sosial, hoaks, demo.
Isu mayor bergerak berlawanan arah atau berbanding terbalik dengan isu minor.
Konklusi:
"semakin rendah kualitas pendidikan, semakin tinggi angka kemiskinan, ledakan penduduk, pengangguran, pencemaran lingkungan, kriminalitas, korupsi, kecemburuan sosial, hoaks, demo. Sebaliknya: semakin tinggi kualitas pendidikan, semakin rendah angka kemiskinan, ledakan penduduk, pengangguran, pencemaran lingkungan, kriminalitas, korupsi, kecemburuan sosial, hoaks, demo.
Gagasan/usulan:
Jika kualitas Pendidikan ditingkatkan, pengaruhnya terhadap isu-isu minor antara lain:
1. Angka Kemiskinan
Masyarakat yang kompeten memiliki profesi dan penghasilan yang layak, angka kemiskinan dapat ditekan.
2. Ledakan Penduduk
Masyarakat yang terdidik cenderung berpikir maju, praktis, dan penuh perhitungan, berpikir 1 atau 2 anak cukup, sehingga laju pertumbuhan populasi melambat. Dalam kondisi jumlah penduduk yang seimbang terhadap lapangan kerja, kecemburuan sosial berkurang.
3. Pengangguran
Dengan melambatnya ledakan penduduk, dalam jangka panjang perlahan-lahan isu pengangguran teratasi karena lapangan pekerjaan dapat menyerap lulusan.
4. Pencemaran Lingkungan
Masyarakat terdidik memahami pola hidup yang seimbang terhadap sekitar, cenderung lebih paham mengenai dampak pencemaran lingkungan terhadap kehidupannya. Dengan pencegahan dan menjaga keseimbangan lingkungan, masalah pencemaran dan pengerusakan lingkungan berkurang.
5. Kriminalitas
Ekonomi yang berkecukupan mengurangi faktor terjadinya kriminalitas bermotif perampasan hak milik orang lain. Masyarakat yang terdidik cenderung memahami dan mematuhi aturan untuk menghindari jeratan hukum.
6. Korupsi
Walau tidak menjamin sepenuhnya, pendidikan yang benar, ekonomi yang berkecukupan, diharapkan mengurangi niat untuk melakukan tindakan korupsi.
7. Kecemburuan Sosial
Jika masyarakat seimbang dengan lapangan pekerjaan, pengangguran mendekati nol, penghasilan yang cukup, maka faktor pemicu kecemburuan sosial dapat ditekan.
8. Hoaks
Dengan pendidikan akademik dan agama yang bagus, diharapkan masyarakat menjadi kritis dan mampu mengabaikan hoaks sehingga ketertiban nasional terwujud.
9. Demo
Hoaks yang tidak berdaya merusak, mencegah tersulutnya emosi masyarakat yang sudah makmur, demo yang tidak efektif dapat ditekan hingga mendekati nol.
Anti-tesis:
1. Apa penyebab rendahnya kualitas pendidikan? (Baca sejarah pendidikan Indonesia dari era kerajaan hingga sekarang)
2. Bagaimana menaikkan rendahnya kualitas Pendidikan?
(Evaluasi kurikulum yang tepat guna, lengkapi sarpras, kerahkan pendidik berkualitas, dan yang paling penting setelah itu semua: kontrol pelaksanaan pendidikan)
3. Menaikkan kualitas Pendidikan butuh biaya besar. (Kalau negara tidak mampu menggaji guru berkualitas, menyediakan sar-pras yang memadai, berikan kesempatan pada pemerintah dan masyarakat setempat untuk mendirikan sar-pras, menggaji guru bagi anak mereka, sisanya digaji oleh negara)
4. Dalam konteks Indonesia, pendidikan yang berkualitas itu seperti apa? (Melestarikan nilai budaya, hidup rukun, melestarikan SDA dan menjaga harkat dan martabat manusia Indonesia, relijius, memajukan bangsa dan berpartisipasi dalam pembangunan dunia yang lebih baik)
Image: i2.wp.com
