Dengan media, informasi begitu mudah tersebar dalam frekuensi tinggi.
Salah satunya mengenai kabar-kabar keruntuhan Kekristenan kontemporer.
Faktanya, sejak awal renaissance, Kekristenan telah mengalami hantaman hebat dari pemikir eksistensialis.
Selain itu, bukan hanya agama, paham, negara, bahkan agama lainnya juga runtuh pada waktunya.
Masa depan suatu paham, tidaklah pasti.
Memang begitulah model organisasi yang sifatnya komunal.
Lantas, perlukah kita khawatir mengenai hal ini?

Secara institusi, mungkin ia, sedikit khawatir, karena keruntuhan itu akan mengubah tatatan kenegaraan perlahan-lahan.
Tapi secara hakikat, sebagai musafir pejiarah, tidak perlu khawatir.
Bukankah Kekristenan adalah kebangunan rohani?

Insting purba saya mengatakan ini berbahaya, tapi secara penalaran, bukan agama yang membuat kita kehilangan nyawa.
Berbagai manifestasi hasrat yang dibungkus oleh agama, itulah yang membuat manusia kehilangan nyawa atau menghilangkan nyawa manusia lainnya.

Namun saat ini
Ya tidak apa-apa
Karena esensi Kekeristenan kan gaya hidup, bukan agama atau identitas.
Berangkat dari asumsi ini, memang apakah gaya hidup Kristen pernah mendunia?
Saya pikir tidak
Tapi jumlah orang yang ber KTP Kristen, ia

Degradasi tidak hanya terjadi pada institusi identitas yang disebut Kristen
Berbagai institusi lain juga mengalami hal yang sama, bahkan filsafat

Tidak ada yang dapat menjamin bahwa suatu aliran akan bertahan lama
Karena perilaku manusia sangat kompleks
Sesuatu yang populer saat ini tidak pasti populer di lain waktu, sebelum atau sesudah saat ini

Selama belum ada yang dapat memahami pikiran manusia, selama itu perubahan di muka bumi akan tetap misterius

Kita hanya dapat memprediksi hingga batas-batas tertentu
Berdasarkan faktor-faktor dominan yang terjadi pada saat mengamati

Kekristenan realita, adalah sebatas identitas dan ritual
Walaupun ia memberikan peluang lebih banyak untuk mendalami Kekristenan

Bagaimana mungkin kita mengenal Kekristenan jika tak pernah mendengarnya bukan?
Bagaimana kita memahami kalau tidak mempelajarinya bukan?

Yang penting, ia tidak punah 100%
Untuk itulah mengapa penganutnya harus menjalankan hidup sesuai identitas Kristen

Ketidakjelasan pemahaman terhadap nilai-nilai inti Kekristenan diantara nilai-nilai sekuler lainnya yang nampak seolah nilai Kekristenan, menjadi faktor tersendiri penyebab banyaknya orang yang merasa Kristen atau beridentitas Kristen untuk meninggalkan identitasnya

Yang sebenarnya secara esensial tidak mempengaruhi Kekristenan itu sendiri

Kenapa Kekristenan bisa marak pada era-era tertentu?
Pastinya karena berbagai faktor pendukung

Pada dasarnya manusia terlahir telanjang secara pemikiran

Moral manusia terbentuk setelah mereka bergabung dengan komunitas yang juga mewariskan moral dari yang sebelum-sebelumnya


Image: content.gallup.com