Orang beragama, cenderung berangkat dari teologi
Orang rasionalis, cenderung berangkat indikasi-indikasi
Perbedaannya hanyalah titik berangkat
Sebagian besar, para pencari makna ini berakhir di tengah jalan
Sebagian meninggalkan pemahaman yang memukau dan masih mentah
Menjadi filsuf dan pemikir besar
Pemahamannya yang belum final kemudian diikuti
Dan dianggap sebagai kebenaran baru di kemudian hari
Betapa baiknya jika kita terlibat di sepanjang teologi dan filsafat
Mengalami sendiri titik-titik yang menggelitik iman dan rasio
Melewati titik-titik itu dengan kesimpulan yang utuh
Kesimpulan yang menggenapi tujuan awal filsafat dan teologi: sejarah identitas sang Pencipta itu sendiri
Dengan teologi yang benar, seharusnya kita dapat mengenal antara titik objektivitas filsafat untuk membentuk pemikiran yang membantah eksistensi sang Pencipta.
Sebab pada dasarnya, filsafat itu sendiri boleh dikatakan, merupakan suatu perjalanan yang membuat berkeringat, dimana selama disana kita mengalami proses berpikir yang 'belum' selesai mengenai pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang hidup itu sendiri.
Pada akhirnya, ia alat untuk mengantarkan manusia pada identitas sang Pencipta yang agung.
Image: i.pinimg.com
Image: i.pinimg.com
