Pendidikan meningkat, wawasan meningkat
Wawasan meningkat, harapan meningkat
Harapan meningkat, standar hidup meningkat
Standar hidup meningkat, pendapatan meningkat
Pendapatan yang tinggi membutuhkan banyak waktu
Kecuali dengan strategi dan faktor 'x'
Semakin tinggi standar hidup semakin membutuhkan dukungan waktu yang banyak
Secara umum bagi generasi milenial
Secara khusus akademisi, cenderung menunda pernikahan mereka hingga mendekati atau tepat pada atau lewat sedikit dari usia 30
Ini salah satu faktor penyebab usia pernikahan semakin melambat
Selain itu, budaya pop dan paradigma kemapanan sebagai standar hidup masyarakat pasca modern telah menyentuh setiap lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa
Contoh dalam konteks masa kini: pengaruh ekonomi global menyebabkan nilai rupiah menurun, dan penurunan nilai rupiah beberapa dekade terakhir memicu naiknya standar hidup (kestabilan ekonomi, kelengkapan fasilitas, secara tidak langsung mempengaruhi kestabilan emosi), bahkan sinamot turut meninggi (relatif), hehehe
Pernahkan Anda sedikit penasaran dengan semua otomatisasi yang kita alami saat ini?
Dengan kemajuan teknologi dalam beberapa dekade terakhir begitu eksponensial?
Kita hidup dalam masyarakat yang menjalankan logika sosial konsumsi, di mana manfaat dan pelayanan tidak lagi motif terakhir tindakan konsumsi, melainkan lebih kepada eksploitasi dan manipulasi sosial.
Individu pun menerima identitas mereka dalam hubungannya dengan orang lain bukan dari siapa dan apa yang dilakukannya, namun dari label dan makna yang mereka konsumsi, miliki dan tampilkan dalam interaksi sosial.
Dalam istilah Jean Baudrillard kita ini 'masyarakat yang terlempar dalam faktisitas dunia simulasi', ia, semua yang kita repotkan sekarang kelihatan simulatif.
Terakhir, kita berebut SDA yang tersisa
Konflik menjadi suatu keniscayaan
Kecuali orang-orang bijak dan cerdas bertindak sekarang
Bentuk-bentuk tindakan subversif terhadap kecuekan kolektif ini begitu banyak.
Contohnya, mendukung program pendidikan, adil, menjaga kebersihan, mendukung solialisme, menghargai hak orang lain dst.
Pun demikian, perlambatan usia menikah memberi dampak positif; yaitu perlambatan laju kelahiran yang menekan pertumbuhan populasi manusia.
#iseng-iseng
Kecuali dengan strategi dan faktor 'x'
Semakin tinggi standar hidup semakin membutuhkan dukungan waktu yang banyak
Secara umum bagi generasi milenial
Secara khusus akademisi, cenderung menunda pernikahan mereka hingga mendekati atau tepat pada atau lewat sedikit dari usia 30
Ini salah satu faktor penyebab usia pernikahan semakin melambat
Selain itu, budaya pop dan paradigma kemapanan sebagai standar hidup masyarakat pasca modern telah menyentuh setiap lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa
Contoh dalam konteks masa kini: pengaruh ekonomi global menyebabkan nilai rupiah menurun, dan penurunan nilai rupiah beberapa dekade terakhir memicu naiknya standar hidup (kestabilan ekonomi, kelengkapan fasilitas, secara tidak langsung mempengaruhi kestabilan emosi), bahkan sinamot turut meninggi (relatif), hehehe
Pernahkan Anda sedikit penasaran dengan semua otomatisasi yang kita alami saat ini?
Dengan kemajuan teknologi dalam beberapa dekade terakhir begitu eksponensial?
Kita hidup dalam masyarakat yang menjalankan logika sosial konsumsi, di mana manfaat dan pelayanan tidak lagi motif terakhir tindakan konsumsi, melainkan lebih kepada eksploitasi dan manipulasi sosial.
Individu pun menerima identitas mereka dalam hubungannya dengan orang lain bukan dari siapa dan apa yang dilakukannya, namun dari label dan makna yang mereka konsumsi, miliki dan tampilkan dalam interaksi sosial.
Dalam istilah Jean Baudrillard kita ini 'masyarakat yang terlempar dalam faktisitas dunia simulasi', ia, semua yang kita repotkan sekarang kelihatan simulatif.
Terakhir, kita berebut SDA yang tersisa
Konflik menjadi suatu keniscayaan
Kecuali orang-orang bijak dan cerdas bertindak sekarang
Bentuk-bentuk tindakan subversif terhadap kecuekan kolektif ini begitu banyak.
Contohnya, mendukung program pendidikan, adil, menjaga kebersihan, mendukung solialisme, menghargai hak orang lain dst.
Pun demikian, perlambatan usia menikah memberi dampak positif; yaitu perlambatan laju kelahiran yang menekan pertumbuhan populasi manusia.
#iseng-iseng
