Masihkah engkau mencintaiku
Jika menjadi seorang pria yang baru?
Seperti yang engkau dikte
Yang engkau mau
Itukah maumu?
Bersama pria bentukanmu?
Menjadi bunglon
Pelin-pelan
Berubah
Campur tanganmu?
Engkau jelas tidak mau itu
I know you dear
Engkau berusaha melucutiku
Mendikte apa yang harus kulakukan
Menjadi kuil yang kau tuju
Bukankah kita dipertemukan pada suatu kejadian spontan?
Ia, kita seperti dalam mata tertutup merangkak meraba masa depan
Pertemuan kita tidak perlu rencana masa lalu
Ikuti kemana hatimu menuntun
Biarkan nalarmu mengawasi
Sebagaimana aku menyelaraskan diri terhadapmu yang otentik
Dengan apa engkau ingin menukarkan ketidakterprediksian kita?
Tidak ada yang setimpal
We are unique as we are
Kita tidak menolak perubahan
Apalagi yang progresif
Bedakan antara posesi dan sugesti sayang
Biarkan aku mati menerangi kegelapanmu
Seperti lentera kehabisan minyak, kehabisan sumbu
Biarkan aku menjadi asap, menguap dalam kuantum
Menyatu dalam kegelapanmu
Hingga akhirnya cahaya menelan kita tanpa bekas dalam keabadian
-Image:
https://c1.staticflickr.com/4/3944/15478110868_cf57cafc79_c.jpg
