Days...
Are getting busier, heavier...
Seperti hukum alam
Waktu dan tanggung jawab berbanding lurus
Mereka terus mengalami eskalasi
Begitu aku terjun ke dunia
Ia menarik tanganku, menyeretku
Di tengah semua kebisingan itu
Pertentangan itu
Entah dari mana pun berasal
Aku belum berhasil mengatasi diriku sendiri
Belum bisa menerimanya
Pemberontakan dalam diriku
Lebih kuat dari keberterimaanku
Terus kucoba dan kucoba
Bahkan terkadang seolah aku tiba-tiba berada di ujung lorong buntu
Bammm, apa yang kutuntut?
Mungkin aku terlambat menyadari
Dunia tunduk pada sudut pandang
Mungkin posisiku seorang perfeksionis
Melihat apa yang tidak ada, selalu
Mungkin kami diciptakan seperti ini
Melihat dan melihat semua yang terabaikan
Hingga kebahagiaan kami sendiri terabaikan
Mengapa begitu sulit mengabaikan gangguan-gangguan ini?
Aku menelusuri halaman demi halaman
Berharap menemukan formula ajaib
Aku ingin sekali mengabaikan semua ketidaksesuaian ini
Apa yang terlihat oleh mata ini
Seperti orang lain
Begitu mudahnya mengabaikan sesuatu
Tiada yang memberi kesadaran lebih
Tiada bantuan
Oh, Sukma
Dimanakah engkau kini berada
Kini aku terbata-bata
Janjiku tak bermakna
Komitmenku tak terbukti
Eksistensiku seolah sia-sia
Apakah itu karena aku tanpamu?
Engkau
Masih yang terbaik, engkau akan selalu begitu
Bagiku engkaulah makna dari perjalanan ini
Sukma,
Ijinkan aku sejenak tenggelam
Tenggelam di kedalamanmu
Bersihkan perenunganku
Kembalikan aku ke inti
Memulai ulang kesadaranku
Kesibukanku di dunia fana ini
Mengaburkan pandanganku terhadap apa yang terutama
Aku masih sibuk membolak-balik perenungan
Dan selalu kembali ke perenungan tanpa pendaratan
Akarku hanya sesekali menyentuh realita
Akal budi, dimanakah engkau sekarang?
Apakah engkau masih menuntunku?
Berikanlah aku satu kesimpulan
Biarkan aku istirahat sejenak
Nanti, setelah aku pulih
Aku akan mengikutimu, seperti biasa
Aku tidak pernah lari darimu, sembunyi
Engkau selalu menemukanku apa adanya
Aku masih bersandar pada pengertianku
Akal dan budiku
Tuntun aku hingga kedalaman yang tak akan bisa kutempuh
Biarkan aku terkapar dengan segenap yang ada padaku
Disaat aku sudah tidak mampu
Disitulah bantu aku, Tuhan Semesta Alam
Biarkan aku memakai pikiran dan pengertian yang engkau beri
Hingga aku benar-benar berdiri di batas kesementaraannya
Sebagaimana aku mengetahui
Engkau senantiasa menyertai aku dalam perjalananku
Hingga batas kemanusiaanku
Dimana akal dan budi
Beserta segala pengertianku tak berdaya
PermaklumanMu ya Allah
Rampaslah aku dari diriku
Culiklah aku dari jalanku
Matikanlah aku dari hidupku
Dan lucutilah segenap akal budiku
Untuk kemuliaan namaMu
-------------------------------
Image: https://ined21.com/wp-content/uploads/TESORO-SOBRECUALIFICADO-Magazine-INED211.jpg
