Seseorang yang memperjuangkan sesuatu dengan niat yang benar dari hati yang tulus adalah mulia dan terpuji
Di lain sisi, seseorang memperjuangkan sesuatu karena tidak dapat mengikuti apa yang dilakukan orang lain

Misalnya si X melihat si Y melakukan suatu tindakan yang secara materi tidak dapat diikutinya, akibat ke-tidak-berterima-an-nya, si X memprotes tindakan si Y dengan 'menumpang' pada isu-isu yang berkembang, misalnya gratifikasi
Padahal si Y berprinsip: adalah suatu hal yang sopan untuk menghargai orang lain, jangankan orangtua, dengan menyuguhkan minuman dan makanan ala kadarnya

Di lain pihak, si Z dengan kasus yang sama, justru membiarkan orang melakukan apa yang dianggapnya baik (kebaikan yang relatif)
Kalau menurut diri, hal itu tidak wajar, ya jangan ikuti
Berpedoman pada standar moralitas bawaan manusia
Bukan memprotes karena memang tidak sanggup
Karena manusia bersifat situasional, berubah sesuai kondisi
Apakah karena keterbatasan, seseorang menjadi hemat dan jika sudah kaya dia tetap hemat dengan kondisi yang memungkinkan boros? Kan belum tentu
Intinya adalah sikap hati tulus yang ditunjukkan melalui kesaksian hidup tulus pula sebagai buah dari kedewasaan itu, pengenalan akan Tuhan itu
Bicaralah jika diijinkan dan diperlukan bicara, pada orang yang tepat, untuk tujuan yg tepat pula

Catatan: Gratifikasi berpotensi menjembatani terjadinya korupsi atau sogok.


- Image: https://i.ytimg.com/vi/cdnswKKbDTo/maxresdefault.jpg