Kalah menang adalah perihal perspektif...
Ada yang secara administratif menang, tapi dalam hati merasa kalah.
Sebaliknya ada yang secara administratif kalah, tapi dalam hati merasa menang karena sudah ikut pertandingan dengan jujur dan totalitas. 

Begitu juga dengan apa yang kau rasakan kini, antara apakah kau merasa di fase atas atau bawah, itu adalah perspektif.
Kedua-duanya benar dalam sudut pandang masing-masing. 
Apa yang kamu anggap kemenangan waktu itu, bisa kamu dapatkan sekarang.
Apa yang kamu anggap kekalahan hari ini dapat kamu dapatkan hari itu.
Intinya sekarang adalah: jika kalah dan menang, atas dan bawah adalah perihal perspektif, maka bukankah yang terpenting adalah kesadaran terhadap dualitas itu sendiri?

Proses adalah yang terpenting, bagaimana kita merespon stimulus luar, bagimana kita bersikap. 
Dalam sekali jentikan jari, kita bisa menukarkan perasaan dan posisi.
Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi yang sudah terbiasa berpikiran drastis, mengeluh dll. 

Mengeluh itu adalah hal wajar, bentuk protes terhadap hal yang tidak sesuai nurani, aturan atau norma umum.
Mengeluh dalam level yang lebih tinggi bisa mencegah terjadinya penyelewengan. 
Image: straitstimes.com