Tahun 2009
Orang yang dicinta tamat SMA
Dia lahir 92
Sama tahun masuk SD
Tapi di kelas 3, aku butuh 2 tahun untuk naik kelas 4
Saat itu dia buat permintaan: ambillah STAN biar kita sama di Bandung, kita lanjutkan hubungan ini
Tentu, dia tidak salah dengan pemikiran seperti itu
Dia orangnya visioner
Tahu apa yang dia mau
Tapi saat itu aku sudah mendaftar ke UNIMED
Sebelumnya juga tak pernah memikirkan STAN
Jawabku: aku SMK, bagaimana bisa mengambil STAN?
"Yasudahlah", balasnya
Komunikasi putus
Dia studi di Unpad
Bertemu cinta pertamanya yang kuliah di STAN
Pacaran dan sekarang mereka sudah menikah dan punya 1 anak
Beberapa waktu terpakai untuk mengatasi perasaan itu
Berkat kesibukan selama kuliah
Akhirnya berhasil menetralisir perasaan
Berikut bertemu sosok 'kakak'
Sejak PPL hingga selesai PKL
Kemudian berakhir setelah setahun berjuang dengan LDR
Dia fokus pada gelar Masternya
Itu baik untuk masa depannya
1 semester kemudian
Bertemu dirinya, Mss. VS
Sosok ideal, sama seperti sebelum-sebelumnya
Bertemu dalam level 9 dari 10 rasa suka
Tidak perlu lama untuk saling menyesuaikan
Bertahan 1,5 tahun
Berakhir setelah 1 tahun LDR juga
3 bulan kemudian dengan yang terakhir
Seorang yang lama kukenal tapi belum pernah bertatap muka
Karena kesamaan visi (menikah dan melayani desa binaan) dan prinsip (menikahlah dengan sahabat)
Menjadi sahabat (istilah lain 'kekasih')
Berjuang dengan LDR tiga bulan
Apa yang awalnya menyatukan, akhirnya memisahkan
Dari ke empat pengalaman itu
Ada beberapa pola yang selalu sama:
1. Ke-4 wanita itu dominator (pemimpin) di kelompoknya
2. Agresif
3. Intelektual
4. Eksentrik
5. Tegas
6. Visioner
7. Passionate
8. Semua terjadi secara spontan
9. Bertemu dalam level rasa suka dan ketertarikan yang sama, tidak butuh waktu lama-lama untuk saling memahami.
10. Berakhir karena beda prinsip, bukan karena pihak ketiga atau curang.
Intinya dari itu semua adalah prinsip dan rute hidup itu sinusoidal.
Seperti gelombang arus bolak-balik yang selalu kutemui di buku-buku kelistrikan
Akan ada saatnya lu berada puncak pengalaman-pengalaman yang lebih berkesan dari sebelumnya dan kehidupan akan selalu membawa lu di dalam dinamika dan tingkat kesulitan yang terus meningkat.
Kemudian ia membawa lu ke bawah, meluncur menuruni lembah curam atau landai.
Saat turun dalam kecepatan tinggi, itu momentum potensial untuk melontarkanmu kembali menuju puncak di depannya.
Proses itu terus terjadi selama hidup, dan kabar baiknya, begitulah esensi kehidupan.
Dalam setiap aspek, termasuk kehidupan rohani, kita akan pernah sampai fase terpesona dan terkesima di puncak pengalaman rohani, sebelum kemudian beralih ke fase jenuh dan meluncur ke bawah... naik lagi, turun lagi, begitu seterusnya... yang terpenting adalah jaga kewarasan, tetap sadar sedang naik dan turun, proses
Dulunya aku berpikir itu karena ada yang salah dalam diri, hingga akhirnya aku sadar sendiri bahwa itu semua adalah PROSES alami... setiap orang mengalaminya, setiap yang pernah berjuang
Bersyukur pada pemilik Kehidupan
Bersyukur untuk energi ini
