Kalau kita sibuk mengoreksi diri, tentu tidak punya pikiran untuk menghakimi orang lain, baik secara verbal maupun dalam pikiran.

Kalau kita sibuk memperbaiki diri dari berbicara kasar, mengutuki, mengeluh, tentu kita tidak punya waktu untuk berkoar berbondong-bondong.

Kalau kita sibuk memahami isi kitab suci, tentu kita tidak punya waktu untuk membanding-bandingkan ajaran.

Kalau kita memahami esensi manusia, kita tidak akan apatis.

Kalau kita memahami kebenaran, tentu kita tidak akan berlagak benar dan memaksa.

Kalau kita memahami negara, tentu kita akan sadar bernegara.

Kalau kita memahami kondisi bangsa Indonesia saat ini, tentu kita tidak sadar bahwa untuk membangun negara, kita butuh waktu yang tidak sedikit, semangat yang konstan, aparat yang berintegritas, pemimpin yang bekerja, dan warga negara yang partisipatif.

Kalau kita sibuk mencari nafkah, menata rumah tangga, mendidik anak, gotong royong dalam perbedaan.

Intinya kita terlambat berpikir, tapi cepat bertindak
Seperti apapun pengaruh dari luar
Dengan saringan yang baik dan benar
Kita tidak mudah disorientasi

Image: cdn.dribbble.com