Cara hidup filsuf berbeda dengan cara pikir non filsuf.
Filsuf hidup untuk makna dan esensi.
Contoh, filsuf dan pebisnis.
Dalam hal ini diasumsikan pebisnis bukan hanya pengusaha, wisausahawan, melainkan siapapun yang melakukan sesuatu demi uang adalah pebisnis bahkan pekerja sosial jika orientasi memuaskan diri dengan uang. Apakah mereka mau menabung uangnya, membeli materi, kesenangan dll.

Pebisnis menggunakan setiap kesempatan yang ada dalam hidup dan memanfaatkannya untuk menimbun uang.

Sebaliknya, seorang filsuf akan yang berorientasi pada makna, justru menolak semua fame popularitas dan kemewahan itu. Seperti Sartre yang menolak nobel.

Keduanya sama tujuannya, pemuasan diri.
Filsuf dengan pemikirannya, pebisnis dengan capaiannya secara materi maupun eksperimental, sedangkan filsuf filsafatnya. 
Secara makna, filsuf lebih bernilai.
Secara eksperimental, pebisnis lebih kaya, tapi penuh kepicikan. 

Image: theschooloflife.com