dalam suatu pemaparan (presentasi) materi kuliah (kelompok) kala itu:

Me: jadi, dapat disimpulkan bahwa kita kekurangan figur teladan, dari halaman ke halaman buku dalam ruang-ruang kelas kita berbicara mengenai pendidikan kewarganegaraan, tapi dalam ruang publik, kita khususnya generasi muda kesulitan menemukan teladan untuk dicontoh dalam semua aspek kewarganegaraan, entah itu sebagai pejabat publik, pemimpin organisasi maupun sebagai masyarakat biasa.


Tanpa sosok teladan, kita ibarat terbang dalam keadaan gelap tanpa kompas.

Atau menempa suatu benda tanpa gambaran bentuk akhir.

Beberapa waktu kemudian, di tengah harapan itu muncul bapak Ahok dan bapak Jokowi dengan semua kinerja mereka, kaum muda idealis pun berbahagia merayakannya.

Walau hanya sementara, karena Ahok dijebloskan ke dalam penjara dengan cara yang menafikan akal sehat.

Sebagai representasi intelektual idealis, kehadiran mereka adalah ancaman bagi kaum borjuis yang sejak dahulu menguasai birokrasi.

Para borjuis materialis produk orba membenturkan tokoh idealis-sosialis dengan masyarakat yang ber-logika mistika.

Beberapa dekade sebelumnya, bapak republik bangsa ini, Tan Malaka telah memahami situasi itu dan beliau mengantisipasi kelumpuhan nalar dengan menawarkan pedoman berpikir dalam bukunya 'Mad*log'.

Sayang, untuk saat ini Mad*log belum begitu familiar bagi kaum intelektual tanah air.

Bagi yang tahu Mad*log, tentu paham mengapa disayangkan kaum intelektual kita yang belum mengenalnya.

Kalau bukan intelektual, siapa yang akan membumikan Mad*log dalam masyarakat?

Tentu, perubahan suatu bangsa ke arah yang lebih baik perlu ongkos dan waktu yang tidak sedikit.

Itulah yang saat ini sedang dikerjakan oleh pemimpin negara, dengan segala keterbatasan dan pertimbangan, walau kebijakannya tidak memuaskan setiap pihak, setidaknya bagi mereka yang benar-benar peduli dan paham persoalan negara, cenderung setuju bahwa sejauh ini langkah yang ditempuh pemimpin negara sudah tepat.

Masih banyak PR bangsa, untuk itulah seluruh lapisan masyarakat perlu bersinergi mewujudkan cita-cita para founding fathers.

Semua profesi sama pentingnya.

Semoga kita dapat memimpin diri sendiri dalam profesi masing-masing supaya bisa jadi teladan, dimulai dari diri kita masing-masing.


Image: franksonnenbergonline.com