Dalam teori hierarki kebutuhan Maslow, kita memahami bahwa kebutuhan tertinggi manusia adalah aktualisasi diri.
Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri muncul setelah kebutuhan-kebutuhan dasar, makan--minum, hidup nyaman, berkembang biak, dan terhormat, terpenuhi.
Dalam bahasa kita, manifestasi aktualisasi diri adalah "mengabdi".
Mengabdi dapat diartikan "memberi" atau berbuat sesuatu dengan prinsip satu arah; ke luar diri.
Dalam pengertian yang lebih ekstrim, mengabdi berarti si pemberi tidak bermaksud mengubah apapun persepsi si penerima.
Secara usia, dalam beberapa penelitian bertajuk "Psychology and Aging" di Amerika, normalnya manusia mencapai tahap bijaksana pada usia >60 tahun melalui pengalaman hidup.
Dalam hubungannya, kebijaksanaan tidak lepas dari pengabdian sebab pengabdian mungkin dilakukan individu yang berpengalaman. Pengalaman panjang penuh pelajaran mempengaruhi kebijaksanaan.
***
Dunia pendidikan sering dikaburkan oleh narasi "pengabdian", khususnya tema sosial dan politik.
Oleh karena itu, narasi "mengabdi" dalam kehidupan sehari-hari, perlu didekonstruksi.
Narasi "pengabdian" yang selama ini diperdengarkan lebih tepat jika menggunakan kata "pekerjaan, perjuangan, penerapan pengalaman--ilmu" dan semacamnya.
Jika mengabdi adalah memberi tanpa mengharapkan respon balik dari si penerima, maka mari merenungkan bersama "dua kalimat" berikut:
1. Di balik profil yang merendah, (pastikan tidak) ada ego yang ingin ditinggikan.
2. Di balik basa-basi "menang itu bonus", (pastikan tidak) ada ego yang ingin terkenal.
Memang orang Batak memiliki pepatah bagus:
Jujur mulani bada (terlalu jujur dan prasangka bisa menjadi awal perselisihan)
Bolus mulani dame (pemakluman bisa menjadi awal kedamaian)
Denggan marhata toho (bicara jujur itu bagus)
Dumengganan marhata dame (lebih bagus lagi kalau bicara damai)
Halak sidok toho (orang yang terlalu jujur)
Hasisogo doi di donganna (bisa membuat sesamanya tidak senang)
Tapi, ada juga pepatah orang Barat:
The truth will set you free (kebenaran akan membebaskanmu)
But first it will piss you off (tapi ia akan mengecewakanmu terlebih dulu)
Na denggan i tetap do ikkon hatahononton
Asa adong siihuthonon ni akka namangihut
(Kebenaran pahit sekalipun, harus tetap diberitahukan supaya generasi muda mengetahuinya).
Horas!
Mengabdi dapat diartikan "memberi" atau berbuat sesuatu dengan prinsip satu arah; ke luar diri.
Dalam pengertian yang lebih ekstrim, mengabdi berarti si pemberi tidak bermaksud mengubah apapun persepsi si penerima.
Secara usia, dalam beberapa penelitian bertajuk "Psychology and Aging" di Amerika, normalnya manusia mencapai tahap bijaksana pada usia >60 tahun melalui pengalaman hidup.
Dalam hubungannya, kebijaksanaan tidak lepas dari pengabdian sebab pengabdian mungkin dilakukan individu yang berpengalaman. Pengalaman panjang penuh pelajaran mempengaruhi kebijaksanaan.
***
Dunia pendidikan sering dikaburkan oleh narasi "pengabdian", khususnya tema sosial dan politik.
Oleh karena itu, narasi "mengabdi" dalam kehidupan sehari-hari, perlu didekonstruksi.
Narasi "pengabdian" yang selama ini diperdengarkan lebih tepat jika menggunakan kata "pekerjaan, perjuangan, penerapan pengalaman--ilmu" dan semacamnya.
Jika mengabdi adalah memberi tanpa mengharapkan respon balik dari si penerima, maka mari merenungkan bersama "dua kalimat" berikut:
1. Di balik profil yang merendah, (pastikan tidak) ada ego yang ingin ditinggikan.
2. Di balik basa-basi "menang itu bonus", (pastikan tidak) ada ego yang ingin terkenal.
Memang orang Batak memiliki pepatah bagus:
Jujur mulani bada (terlalu jujur dan prasangka bisa menjadi awal perselisihan)
Bolus mulani dame (pemakluman bisa menjadi awal kedamaian)
Denggan marhata toho (bicara jujur itu bagus)
Dumengganan marhata dame (lebih bagus lagi kalau bicara damai)
Halak sidok toho (orang yang terlalu jujur)
Hasisogo doi di donganna (bisa membuat sesamanya tidak senang)
Tapi, ada juga pepatah orang Barat:
The truth will set you free (kebenaran akan membebaskanmu)
But first it will piss you off (tapi ia akan mengecewakanmu terlebih dulu)
Na denggan i tetap do ikkon hatahononton
Asa adong siihuthonon ni akka namangihut
(Kebenaran pahit sekalipun, harus tetap diberitahukan supaya generasi muda mengetahuinya).
Horas!