Bagaimana jika
seseorang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan (hanya) membaca-baca buku yang ditulis orang lain, -
mengkritik
- hasil temuan seorang peneliti berpengalaman dan profesional yang berusaha mengontekstualkan teks ajaran suci?
mengoreksi
- sekte lain dengan asumsi-asumsi liar.
menuduh "yang ini bidat, yang itu bidat" TANPA penyelidikan komprehensif.
Itulah yang terjadi pada banyak pemimpin rohani era posmo sekarang.
Pada saat yang sama, mereka sedang jalan di tempat dan mengemis dukungan (moral & materil) dari jemaat.
Melampaui aksi-aksi kontroversial, generasi posmo justru membutuhkan pemimpin yang "action speak louder", pemimpin yang sibuk di lapangan ketimbang di mimbar dan laman medsos.