Betul, background Kependidikan adalah nilai lebih tersendiri bagi seorang pemangku kebijakan setara Menteri.
.
Namun, para Menteri Pendidikan kita sebelumnya juga tidak semuanya dari background Kependidikan.
.
Korelasi antara background pendidikan dengan kinerja seseorang tidak selalu pasti karena ada banyaaaaak variabel penentu keberhasilan pendidikan yang gradual dan kompleks.
.
Setidaknya kondisi habitus dan kapital yang dibutuhkan terpenuhi. Boleh dikatakan, semakin sedikit kontradiksi dalam habitus dan kapitalnya, semakin besar peluang keberhasilannya.
.
Meragukan background seorang Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Indonesia merupakan ciri perspektif modern yang positivistik. Tapi apakah adil menjustifikasi kemampuan seseorang yang belum bekerja?
.
Keraguan seperti ini nyaris sebagai penyimpangan dari "kecurigaan" yang disebut Paul Ricoeur -- atau apa yang dalam psikologi disebut "refleksi"; meragukan kemampuan orang lain karena bercermin pada keraguan diri sendiri.
.
Pada akhirnya, jika masa tugas selesai, evaluasilah sesuai kapasitas.
.
Maunya sih begitu, tapi sebagai manusia, kadang begitulah, kita gas duluan...
.
.
.