Akhirnya sampai jugalah pada kesempatan ini, sudah lama ingin menulis tentang bagaimana aku dari sudut sini melihat kapitalisme lanjut (spat capitalismus) dengan caranya yang paling kalem, adem, rapi, selow, romantis, halus, pada tatanan yang paling dasar sekaligus mengaburkan pandangan, mencengkeram kaum intelektual hingga mereka beranggapan bahwa tolok ukur keberhasilan seseorang di jaman ini adalah jumlah saldo rekening, persentase saham dalam sebuah perusahaan, sederet gelar berjejer di belakang nama, kemegahan bangunan tempat tinggal, enaknya makanan yang terhidang di atas meja, kepemilikan atas teknologi keluaran terbaru dan hal-hal serupa lainnya yang intinya adalah "kemapanan".
Label: Ekspresif