Tentang kapitalisme lanjut; sebagian sepakat bahwa pendekatan paling mungkin untuk memangkas jarak antara masyarakat kelas bawah dan atas adalah dengan memasuki serta melampaui sistem atau birokrasi untuk mengoreksi strukturnya.

Sementara itu, perjuangan memasuki sistem memiliki tantangan tersendiri.

Setelah berhasil masuk, pun revolusi tergantung pada terhisap atau tidaknya aktivis ke dalam kapitalisme itu sendiri.

Selama hasrat dan oedipus lanjut itu masih ada dalam diri manusia, keadilan adalah barang paling mahal.
Kemanusiaan bersandar pada sosok dengan mimpi revolusioner tanpa "will to power", seperti para nabi dan tokoh besar; Yesus, Gandhi, Bunda Teresa dll.

Hingga revolusi itu tiba, kegerakan-kegerakan datang silih berganti seperti musim buah, betullah memang, ini semua perihal perspektif.
Saya masih percaya perjuangan individu merupakan langkah paling mungkin untuk mewujudkan revolusi yang bersih.
.
.
.