Menerjemahkan
'hierarki teori kebutuhan' Abraham Maslow dalam konteks 'ngajar' yang
dengan polosnya sering kita anggap sama dengan mendidik:
"Mendidik sarat dengan mengabdi,
Mengabdi sarat dengan aktualisasi,
Aktualisasi sarat dengan berkecukupan secara ekonomi."
Sementara itu, di berbagai tempat;
"Para pengajar yang membangun mimpi-mimpi besar, menabrak dilema turun temurun; perihal kesejahteraan.
Ketika sebagai manusia yang belum berkecukupan secara ekonomi memainkan peran 'ngajar', saat itu juga hierarki teori kebutuhan Maslow terbantahkan."
Fakta di sekeliling Anda memberikan jawaban lebih dari yang dibutuhkan.
Di lapangan selalu ada sosok yang memecahkan teori Maslow ini; berhasil menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan dedikasi, bahkan melampaui kebutuhan ekonomi. Seperti Bunda Teresa, Gandhi, Yesus, dll.
Untuk yang bertanya-tanya kenapa pendidikan itu sulit ditemukan, kenapa sekolah dan pengajaran tidak selalu berarti pendidikan,
"Bung, haruskah kita mengambil pengajar dari orang-orang yang sudah aktualisasi diri supaya sekolah-sekolahan dan pengajaran mengandung unsur pendidikan?"
.
.
.
"Mendidik sarat dengan mengabdi,
Mengabdi sarat dengan aktualisasi,
Aktualisasi sarat dengan berkecukupan secara ekonomi."
Sementara itu, di berbagai tempat;
"Para pengajar yang membangun mimpi-mimpi besar, menabrak dilema turun temurun; perihal kesejahteraan.
Ketika sebagai manusia yang belum berkecukupan secara ekonomi memainkan peran 'ngajar', saat itu juga hierarki teori kebutuhan Maslow terbantahkan."
Fakta di sekeliling Anda memberikan jawaban lebih dari yang dibutuhkan.
Di lapangan selalu ada sosok yang memecahkan teori Maslow ini; berhasil menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan dedikasi, bahkan melampaui kebutuhan ekonomi. Seperti Bunda Teresa, Gandhi, Yesus, dll.
Untuk yang bertanya-tanya kenapa pendidikan itu sulit ditemukan, kenapa sekolah dan pengajaran tidak selalu berarti pendidikan,
"Bung, haruskah kita mengambil pengajar dari orang-orang yang sudah aktualisasi diri supaya sekolah-sekolahan dan pengajaran mengandung unsur pendidikan?"
.
.
.
