Begitu melek filsafat, tiba-tiba segala sesuatu kelihatan masuk akal dan terhubung terhadap semua topik yang dibicarakan di media, tentang politik, pendidikan, hukum, ekonomi, seni, matematika dan seterusnya.

Lalu kamu bertanya-tanya dengan tiada habisnya "kenapa tidak dari dulu?"
Enaknya dengan filsafat adalah, salah tafsir bisa menjadi aliran filsafat baru.
Sementara susahnya filsafat adalah, hal sederhana sekalipun selalu ingin kau proses secara epistemologis. 


Ketertarikan saya terhadap filsafat berawal dari ketidakpuasan saya terhadap cara sebagian kawan-kawan di UKM dulu yang "mengeksklusifkan" diri dan senang menggunakan bahasa "langit".
Saya sudah melalui pengalaman itu dan sangat berterimakasih karena sekarang merasa biasa saja dengan apa yang dulu mereka kultuskan tanpa harus mengeksklusifkan diri.
Mungkin ini yang disebut, "akhir dari sesuatu adalah awal bagi sesuatu yang lain dan sesuatu yang begitu bernilai tidak selalu berawal dengan luar biasa."