... ketika seseorang suka suatu konten atau pembuatnya, mereka klik tombol like.

Ketika seseorang merasa seseorang perlu melihat kontennya, mereka share.

Dan ketika seseorang merasa perlu lihat konten sejenis, mereka subscribe.

Salah satu hal wajib di era industri 4.0, di mana arus informasi sulit dibendung, pembaca dituntut kritis atau melek literasi digital.

Like, share dan subscribe tidak selalu memberi dampak positif bagi seseorang yang menekan tombolnya.

Seseorang yang membagi tanpa membaca keutuhan sebuah berita bisa berakibat fatal dan tersandung hukum.

Konten yang qualified itu dilike, dishare dan disubscribe secara spontan oleh penikmat konten.

Ketika seseorang melike, menshare dan mensucbscribe informasi yang tidak relevan dengan kebutuhan mereka, hal itu menambah notifikasi yang tidak diinginkan, sementara notifikasi yang tak diinginkan itu mengganggu.

Like, share dan subscribe suatu konten yang bukan karena kualitas disebut fake like.

Sedikit like, share dan subscribe yang nyata itu berpotensi memberi dampak konstruktif bagi si pembuat konten untuk meningkatkan mutu kontennya.

So, kalau seseorang di awal video sudah minta like dan share, bahkan subscribe, bagaimanakah itu?

Begitulah kira-kira singkatnya anatomi like, share dan subscribe.

Tambahkan yang lain... 😁