Idealnya, seseorang yang bekerja di bidang X harusnya sarjana X dengan skill X juga.
Memang, spektrum kinerja itu kompleks, ada banyak faktor yang saling berhubungan untuk menentukan berhasil tidaknya sebuah program.
Sering, kenyataan di lapangan, apa boleh buat, kualifikasi beberapa jabatan di suatu sistem masih bias.
Tidak sedikit pemangku jabatan yang ada, tidak memenuhi kualifikasi dari segi kompetensi keahlian di bidangnya.
Banyak faktor-faktor yang melanggengkan kondisi ini, sebut saja nepotisme, keterbatasan SDM, perubahan regulasi, keterbatasan sistem seleksi dan lain-lain.
Terus terang saja, secara struktural, masyarakat tidak bisa berbuat banyak dalam hal ini.
Untuk masuk sistem itu berat ongkosnya, itupun tidak ada jaminan ia akan tetap idealis setelah masuk sistem.
Apa yang ironis adalah ketika masyarakat dipaksa menonton semua carut marut itu, begitu lugu dan polos, mau berontak tapi masyarakat akar rumput ini bisa apa?
Bagaimana tidak, memang masyarakat sebagai pengawas sih.
Keluhan atau tuntutan "the right man on the right place" sebenarnya tidak salah.
Karena pada dasarnya, ada kompetensi dasar yang sewajarnya dimiliki setiap individu dalam pekerjaan atau profesi di samping tuntutan gelar, sebut saja
1. Kemampuan menalar, menganalisa situasi, mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi.
2. Kemampuan berkomunikasi, mengorganisir tim dan mengutarakan gagasan.
3. Kemampuan beradaptasi, memperbaharui kapabilitas diri secara mandiri maupun dalam kelompok.
Setidaknya, dengan ketiga elemen dasar ini dalam diri pejabat publik, bahkan warga negara yang budiman sekalipun, apapun perannya, seharusnya dapat dijalankan dengan baik.
Dengan ketiga elemen dasar di atas, fungsi ijazah tidak lebih hanya sebagai legalitas atau bukti kompetensi dan akreditasi, yang bermuara di pengupahan.
Intinya, jargon "the right man on the right place" itu sebenarnya tidak penting banget kalau saja tiga kompetensi dasar di atas dimiliki.
Jargon atau istilah ini berpotensi sebagai serangan dari pihak yang merasa "victim" oleh pihak tertentu, namun biar bagaimana pun, setiap individu punya peran dan korelasi timbal balik dalam sistem.
#Mulai muak dengan praktik kepemimpinan yang serakah itu.
Inframe:
Gomgom Lumbantoruan
At Batu Hoda Beach, Samosir