Adalah tiga sosok, dengan segala yang ada pada mereka, sebagian warisan dari orang tua, sebagian dari apa yang mereka ambil sendiri.

Untuk menambah dan menambah lagi akumulasi komoditas, mereka pun membangun sebuah gedung pertunjukan, lengkap dengan segala isinya, panggung, podium, microphone, red carpet, kursi penonton yang diatur berdasarkan harga tiket, tim orkestra, mesin es krim, mesin popcorn, hingga pelayan-pelayan kebutuhan penonton yang piawai, dll. 

Lalu mereka menulis peraturan-peraturan yang kompleks, penonton dimungkinkan berpindah kursi duduk dengan syarat tertentu, bayar dengan senilai uang. Penonton bisa naik ke podium dan melakukan apa saja sesuka hatinya.

Di luar gedung pertunjukan, mereka mengatur segala sesuatu sedemikian rupa supaya orang-orang di luar gedung merasa harus masuk dalam gedung pertunjukan. Di dalam gedung pertunjukan, mereka menyisipkan beberapa penonton bayaran untuk melakukan beberapa tugas yang diperintahkan. Penonton bayaran juga membayar penonton lainnya untuk melakukan beberapa tugas yang diperintahkan, begitu seterusnya.

Tiga sosok adalah world highest rulers, gedung pertunjukan adalah sistem-sistem integratif yang ada saat ini, panggung adalah media (sosial?), penonton bayaran adalah aktor-aktor (sosial?), dan masing-masing kita adalah artis sekaligus penonton yang rebutan panggung dengan berbagai cara untuk menarik perhatian penonton lainnya.

Lingkungan luar gedung pertunjukan, gedung pertunjukan beserta segala sesuatu di dalamnya, hingga aturan-aturan di dalam gedung pertunjukan, adalah beberapa simulasi yang di desain sedemikian rupa, simulasi dalam simulasi untuk melayani simulasi di atasnya yang lebih besar.  

Singkatnya, ada yang pamer kemolekan tubuh, ijazah, baju seragam, kendaraan, bahkan ada yang mengkritik desain serta isi ruangan tersebut. Ada yang mengadu domba penonton dari atas podium, ada yang mengeluarkan gas beracun sekaligus menjual masker, ada yang mengeluarkan kuman sekaligus menjual anti kuman, beberapa penonton yang tidak mendapat obat lalu pingsan "kehabisan nafas" karena ketakutan.

Siapa yang memulai dan untuk siapa simulasi ini? Untuk pemilik gedung pertunjukan, penjual fasilitas yang ada dalam gedung dan event organizer yang menentukan hari ini dan besok ada pertunjukan seperti apa?!

Pada suatu hari di musim penghujan dan berangin, beberapa anak bermain layangan dekat gedung tersebut. Sebelum hujan, angin meniup layangan mereka hingga tersangkut di kabel bertegangan tinggi, anak-anak lalu berhenti bermain dan membuang gulungan layangannya di dekat gedung. Petir kemudian menyambar layangan, hujan menjadikan benang menghantar listrik dan terbakarlah gedung megah itu hingga rata dengan tanah.