Januari 2020, bang Jhonson Sihombing mengabari aku, "Gom, tim RKI lagi bikin analisis potensi desa Meat, kau coba susul ke sana dan diskusi sama mereka."
Siap bang, balasku di WA kala itu.
Betul, di hari H, aku ajak kawan, ga ada yang bisa, sibuk semua.
Aku lalu pergi main solo ke Meat.
Perjalanan ke Meat pun punya cerita sendiri.
Aku dari Tipang ambil jalur Muara, dan di atas Muara aku turun ke bawah, tapi karena belum tau ada jalan tembus dari Muara ke Meat, aku balik dari tengah jalan yang buntu, rupanya kalau kuteruskan kian, tinggal sekilo meter lagi...
Aku putar haluan dari tengah jalan, naik lagi ke Muara dan turun ke Meat lewat jalur Siborong-borong
***MEAT
Singkat cerita, aku sampai di Meat, kulihat google map, rupanya aku udah mutar-mutari Meat... Haha, maklum...
Pas aku tiba, acara sudah setengah jalan, dipandu oleh lae Tumpak Winmark Hutabarat (aka. Siparjalang). Di sana hadir juga kulihat Dispar Tobasa.
Begitu selesai acara, kami makan, sebenarnya aku segan, tapi udah lapar, embat aja pikirku, persoalan urusan belakang... Hehe
Selesai makan, kusamperin langsung lae Ojax Manalu, kami pun berkenalan dengan timnya. Aku bilang, wajah lae kok familiar... Haha
Kami sempat bercerita mengenai program tahunan RKI, lae Ojak memberitahu ada sekitar sembilan (9) event kalo gak salah
Lae Ojak juga menjelaskan secara singkat tentang apa aja kesembilan event itu
Aku langsung ke pertanyaan inti, kapan kita bikin acara di Tipang le? "Siap lae, nanti kami ke Tipang dalam waktu dekat, kolaborasi kita, kita diskusi panjang lebar... Balas beliau."
Dalam benakku, kapan bisa kolaborasi dengan insan-insan kreatif yang "bergerak", seperti RKI...
Teringat skillset wajib di abad 21 ini adalah kemampuan bekerjasama (kolaborasi)...
Aku punya mimpi, suatu saat Tipang menjadi salah satu episentrum kegiatan pemuda kreatif di lingkar Toba, yang ternyata beririsan dengan agenda kawan-kawan RKI lewat event Horja...
Horja pada awalnya merupakan ritual atau upacara tradisional di Toba yang dipimpin oleh BIUS.
Konsep Horja yang diusung RKI hari ini adalah kolaborasi para seniman atau pekarya dalam bentuk reportoar yang dipentaskan, namun berhubung situasi pandemi, akhirnya dibuat jadi video.
***TIPANG
Beberapa bulan berlalu, kami saling korespondensi lewat medsos.
Lae Denata Rajagukguk kemudian menghubungi kita dan berbagi info soal agenda RKI bernama Horja, apa aja komponen budaya yang ada di Tipang dan Bakara... diskusi pun berlanjut...
"Di sini ada tradisi Sihali Aek, Pulo Simamora, BIUS Tipang dan sanggar yang memberdayakan anak-anak SD memainkan musik tradisional, lengkap dengan penarinya, namanya Dalloid. Uniknya, pembinanya bukan seorang ahli musik... Kalau di Lembah Bakara sendiri, ada Istana SMXII..."
Singkat cerita, rute Geobike Caldera Toba kebetulan lewat dari Tipang dan lembah Bakara, tim lae Ojak singgah di Air Terjun Janji, perbatasan desa Tipang dengan Martoru.
Aku menepati janji, mengenalkan sanggar Dalloid ke tim RKI, pembinanya langsung kuajak...
Dan, sambil ngopi, diskusi pun berlanjut di kedai kopi Air Terjun Janji sore itu. Kalau tidak salah, lae Tumpak sempat bikin vlog di Air Terjun Janji, oia mana videonya le? 😄
Tak puas kalo cuma diskusi tanpa lihat barangnya, oke kita langsung caw ke lokasi, Sanggar Dalloid di Dalan Sipiuan... (yang mana sekarang sudah pindah ke Sibatubatu, masih dengan konsep alami, di sawah-sawah gitu).
Di sini, lae Siparjalang leluasa mewawancarai pembina Dalloid, Martunas Siburian (aka. Kang Vionetta Siburian) dan aku juga (aka. tobagasm 😅), sepatah kata... Dan, gambaran Horja mulai dapat...
Waktu pun berlalu
***HARI H
Covid-19, mempengaruhi agenda kita semua
Menjelang Horja dilaksanakan bulan Nopember 2020, zoom adalah pilihan, lagi, diskusi pun berlanjut...
Dan, pada tanggal yang terjadwal, tim Horja menginjakkan kaki di tanah Raja Sumba II, Tipang dan Raja SMXII di Lembah Bakara
Serangkaian persiapan-persiapan dan uji kecocokan dijajaki selama dua hari, hingga puncaknya di hari ketiga, pengambilan rekaman kolaborasi di antara pekarya-pekarya kreatif, akhirnya terwujud...
Setelah semua kegiatan selesai, aku merasa lega, mengetahui tidak ada insiden maupun halangan yang berarti...
Kalau soal kelelahan, itu bukan apa-apa... balasku pada lae jambang Avena Matondang... Hahaha kami masih sempat tertawa dan agak panjang lebar ngobrol di Sanggar Dalloid sebelum tim angkat kaki untuk periode ini dari Tipang.
Saat ini, tim produksi sedang menggarap video kolaborasi para pekarya kemarin supaya enak nantinya kita nikmati...
Kita tunggu tanggal mainnya ya... 😁
***EPILOG
Terimakasih bang Johnson Sihombing, terimakasih teman-teman di RKI yang tak bisa disebutin satu per satu. Terimakasih lae Martunas Siburian selaku direktur eh pembina Sanggar Dalloid Tipang... Teruslah berkarya dan sehat selalu.
Aku punya impian, berada dalam barisan para insan yang berkontribusi terhadap kemajuan Toba, dalam aspek apa pun yang bisa. Baik di depan atau di balik layar, baik sebagai motor atau penghubung... Apa saja
Puji Tuhan, sekecil apapun riaknya dalam samudera pembangunan Toba...
Aku berharap, sentuhan tangan individu yang kreatif dan berpikir anarkis (di luar pakem), semakin banyak menjamah Toba, sesuai peran masing-masing...
Tak jemu-jemu kita terus mengenalkan Toba pada tunas-tunas baru lewat event-event kreatif di masa depan, bersama mereka-mereka yang sudah, sedang dan akan berjuang di lini masing-masing...
Dan semangat juga buat tim awak, Jery Lumbangaol dan Hermanto Tobing, Putra Simamora dll yang sedang mempersiapkan Alogo Fest dan Wisata Sawah Tipang...
Aku rindu anak-anak muda Tipang yang kreatif, ambil bagian dalam event-event yang sedang kita persiapkan, naro, robe ma hamu, asa rap manghobasi hita.
Horja, horja, horja
Horas, horas, horas