#97. Bamm, terbentur !!!

Belakangan aku terlalu banyak protes
Akan lambatnya penyesuaian diri terhadap waktu dan irama disini
Berkeras dengan irama dalam kepala ini
Sementara irama luar terus berjalan
Dan...
Bamm... aku terbentur

#93. Janji Ayah



Dengar, Nak:
Aku mengatakan ini saat kau terbaring tidur
Sebelah tangan mungilmu tertimpa oleh pipimu 
Rambut ikalmu basah di dahimu yang lembap

#92. Jenuh


[warning, dear reader, do not get contaminated]

I walked this far
It feels like I got nothing to satisfy my thirsty mind but fatigue
It feels like I got nothing done yet

#91. More of You


More than prosperity
I need guidance the most oh God

More than a partner 
I need convictions the most oh God

#90. Bagaimana Rasanya jadi Ter*ris?


Sebagaimana manusia normal
Bagaimana rasa menjadi seorang penganut agama x?
Bagaimana rasanya menjadi seorang suku x?
Bagaimana rasanya menjadi seorang bermarga x?
Bagaimana rasanya menjadi seorang alumni sekolah x?

#89. Konsisten


Pada akhirnya kita akan memilih yang konsisten
Karena kita adalah produk dari konsistensi itu sendiri
Dulu kita mempertimbangkan kecepatan dan rupa-rupa rasa
Pada akhirnya kita memilih yang konsisten dan keseimbangan akal

#87. Temukan Candumu


Sesuatu untuk meletakkan semua isi kepalamu di dalamnya
Sesuatu untuk kau perjuangkan
Sesuatu yang baginya:

#86. Energi dan Cinta


1. Apa yang kita ketahui tentang energi?
Kita tidak tahu apa-apa, lebih tepatnya belum ada yang tahu darimana pastinya energi itu berasal.
Para ahli menetapkan postulat Termodinamika I yaitu energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.
Ia telah ada dan akan selalu ada.
Wujudnya saja yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu.

#84. Pernah Juga


Berjanji? Pernah
Ditinggal janji? Pernah
Itulah yang memberiku pengalaman
Tidak semua manis itu ditelan
Pahit itu dibuang

#83. Pelupa


Selamat ulang tahun sayang
Jaga-jaga manatau lupa
Karena aku pelupa
Kau tahulah, aku payah mengingat tanggal

Sehat-sehat sayang, pikiranmu
Kau tidak bisa mengorganisir diri dalam keadaan sakit
Sehat-sehat sayang, tubuhmu
Kau tidak bisa berdiri orasi dalam keadaan sakit, tidak akan ada yang mendengarmu

Harapanku masih sama, sayang
Terus asah nalarmu
Terus latih retorikamu
Terus kobarkan semangatmu

Biarlah sekitar meredup
Atau bahkan padam tak menyala
Tapi bakarlah dirimu dalam semangat juang
Kau tahu kau tak sendiri
Ada aku
Ada mereka saudara-saudara kita
Yang berjuang sendiri maupun sporadis

Terlalu banyak yang bertanya
Bolehkah mengeluh?
Mengeluh karena pikiran belum bisa merasionalkan keadaan
Maka kau harus punya rasio
Dengan rasio, banyak hal kau pahami
Bahkan paham untuk terkadang lebih baik tidak memahami sesuatu

Banyak pejuang mengapungkan diri
Di arus kegerakan
Mereka kehilangan pemimpin
Kehilangan motivasi
Kehilangan semangat
Kehilangan pendorong

Well, I tell you
There is no guarantee that someone will show up to offer you some help
That's for sure
Jika seseorang muncul memberi bantuan
Itu suatu kebetulan
Perjuangan ini milik pribadi
Tujuan kita yang kolektif

Maka produksi sendiri semangatmu, dinda
Temukan iramamu
Temukan candumu
Larutlah dalam perjuangan ini
Inilah yang engkau inginkan

Tenggelamkan dirimu sayang
Satu hal yang pasti sayang
Mungkin dunia tidak akan membaik
Tapi pilihan ada di tangan kita
Apakah kita akan mati sebagai kambing sembelihan
Atau mati menolak kezaliman?
Yesus sendiri melakukannya lebih dulu

Tidak ada alasan untuk bersia-sia waktu
Hingga perjuangan adalah kesenanganmu
Kebahagiaanmu

Anak kita yang lahir dari rahimmu kelak
Pun harus meneruskan perjuangan ini

Banyak baca
Banyak rasa
Sayangi otakmu

Bacalah
Bacalah
Bacalah
Lawanlah

Terbentur
Terbentur
Terbentur
Terbentuk

Tertatih
Tertatih
Tertatih
Terlatih

Selamat ulang tahun sayang
Jadilah wanita yang berpikir
Wanita bergerak
Berdiri sama tinggi denganku

-Image: https://www.springintheair.com/wp-content/uploads/2016/11/red-roses-12-set-compressor.jpg

#80. Tiga Cara Mengatasi Terorisme


Turut berduka cita sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada keluarga yang menjadi korban terorisme di negara ini, khususnya keluarga korban bom bunuh diri tadi pagi di 3 gereja Surabaya, 13 Mei 2018.