Kita memiliki semacam kegemaran untuk menalarkan segala sesuatu. Bahkan sesuatu yang berada di luar pemahaman kita sendiri, seperti tingkatan dimensi. Itulah karunia yang diberikan Tuhan pada kita, nalar. Kita berusaha menggunakannya untuk menjelaskan segala sesuatu. Termasuk Ketuhanan.
Hingga kemarin, kalap dan tegang adalah dua hal yang sering bersemayam di kepala ini Dengan semua fakta yang terjadi, kalap memikirkan cara untuk mengungkapkannya hingga sebanyak mungkin manusia membuka mata Tegang menahan gejolak dalam hati yang terhalang oleh kurangnya wadah diskusi dan partner
" Albert Einstein pernah berkata: 'Anda bisa percaya bahwa segala sesuatunya adalah keajaiban ATAU tidak percaya sama sekali yang namanya keajaiban. "
Setelah membaca komen-komen di medsos terkait peristiwa yang menimpa KM. Sinar Bangun kemarin, jadi tergerak untuk menuliskan artikel ini. Secara umum, komentator peristiwa yang menimpa KM. Sinar Bangun kita pisahkan dalam 3 kategori:
1. Percaya Mitos dan mengaku (Realist) 2. Tidak percaya dan tidak mengakui Mitos (Scientist) 3. Percaya Mitos tapi tidak mengaku (Hypocrites)
Sore ini aku ingin menulis tentang istilah yang sering terdengar dalam Pelayanan: 'Menikmati Tuhan'. Mendengar istilah ini, otomatis terpikir beberapa hal: Dengan mengatakan 'menikmati', secara tidak langsung, sadar atau tidak, sedang 'mempersonifikasi atau menganggap' Tuhan sebuah objek yang dapat dinikmati.
menjamin kebebasan setiap individu dalam memilih pemimpin Silahkan pilih, apapun pertimbangannya Segala yang perlu diganti, ya ganti Sebaliknya, kalau dirasa belum perlu diganti, ya lanjut atau biarkan berganti sendiri Harusnya begitu
Are getting busier, heavier ... Seperti hukum alam Waktu dan tanggung jawab berbanding lurus Mereka terus mengalami eskalasi Begitu aku terjun ke dunia Ia menarik tanganku, menyeretku Di tengah semua kebisingan itu
Titik bosan terhadap aku, dia, kami, mereka, kita, tulisanku, bahkan terhadap dirimu sendiri Engkau bangun tidur Membuka tirai kamarmu Menemukan tumpukan tugas semalam yang tersisa di atas meja