#109. Sebuah Titik (Kita Tuju)

Dengan ilmu pengetahuan
Kita telah dan akan terus mengubah wajah dunia
Kita menginginkan kemudahan, kenyamanan, kenikmatan, kebebasan, keindahan diatas segalanya

#108. Orgasme Spritual (Part 1)

Kita memiliki semacam kegemaran untuk menalarkan segala sesuatu. Bahkan sesuatu yang berada di luar pemahaman kita sendiri, seperti tingkatan dimensi.
Itulah karunia yang diberikan Tuhan pada kita, nalar. Kita berusaha menggunakannya untuk menjelaskan segala sesuatu. Termasuk Ketuhanan.

#107. Nilai Sikap

Apa yang terjadi dalam hidupmu, merupakan persinggungan antara faktor 'ke-sepengetahuan-an Tuhan' dan 'kesengajaanmu' sendiri.

Baik buruknya yang kau lakukan, tergantung faktor mana yang lebih dominan mendorong perlakuanmu.

#106. Dekonstruksi dan Diskursus Tandingan

Hingga kemarin, kalap dan tegang adalah dua hal yang sering bersemayam di kepala ini
Dengan semua fakta yang terjadi, kalap memikirkan cara untuk mengungkapkannya hingga sebanyak mungkin manusia membuka mata
Tegang menahan gejolak dalam hati yang terhalang oleh kurangnya wadah diskusi dan partner

#105. Twisted Cultured

" Albert Einstein pernah berkata: 'Anda bisa percaya bahwa segala sesuatunya adalah keajaiban ATAU tidak percaya sama sekali yang namanya keajaiban. "

Setelah membaca komen-komen di medsos terkait peristiwa yang menimpa KM. Sinar Bangun kemarin, jadi tergerak untuk menuliskan artikel ini. Secara umum, komentator peristiwa yang menimpa KM. Sinar Bangun kita pisahkan dalam 3 kategori:


1. Percaya Mitos dan mengaku (Realist)
2. Tidak percaya dan tidak mengakui Mitos (Scientist)
3. Percaya Mitos tapi tidak mengaku (Hypocrites)

#43. Fakta dan Seni Menyampaikan


Mengenai penyampaian informasi, fakta 
kepada orang lain
memerlukan seni tersendiri
Mengenali pendengar bahkan lebih penting 
dari Kebenaran itu sendiri 
dalam dunia model sekarang
Sering terjadi perdebatan tak berarti
bahkan sesama pengamat sosial

#104. Tulus atau Bulus

Seseorang yang memperjuangkan sesuatu dengan niat yang benar dari hati yang tulus adalah mulia dan terpuji
Di lain sisi, seseorang memperjuangkan sesuatu karena tidak dapat mengikuti apa yang dilakukan orang lain

#103. Paradoks: Menikmati Tuhan atau Fenomena Jiwa?

Sore ini aku ingin menulis tentang istilah yang sering terdengar dalam Pelayanan: 'Menikmati Tuhan'. Mendengar istilah ini, otomatis terpikir beberapa hal:
Dengan mengatakan 'menikmati', secara tidak langsung, sadar atau tidak, sedang 'mempersonifikasi atau menganggap' Tuhan sebuah objek yang dapat dinikmati.

#102. #2019GantiYangPerluGanti


Negara kita demokrasi

menjamin kebebasan setiap individu dalam memilih pemimpin
Silahkan pilih, apapun pertimbangannya
Segala yang perlu diganti, ya ganti
Sebaliknya, kalau dirasa belum perlu diganti, ya lanjut atau biarkan berganti sendiri
Harusnya begitu

#101. Tenggelam

Days...
Are getting busier, heavier
...
Seperti hukum alam
Waktu dan tanggung jawab berbanding lurus
Mereka terus mengalami eskalasi
Begitu aku terjun ke dunia
Ia menarik tanganku, menyeretku
Di tengah semua kebisingan itu

#100. Bosan

Suatu saat engkau menemukannya
Titik bosan terhadap aku, dia, kami, mereka, kita, tulisanku, bahkan terhadap dirimu sendiri
Engkau bangun tidur
Membuka tirai kamarmu
Menemukan tumpukan tugas semalam yang tersisa di atas meja

#98. Sastra


Mengutip kalimat Rohan D'Souza
I write therefore I exist
Yap, relevan