#141. Principia

TERHADAP DIRI SENDIRI:
[x]  Kau harus belajar tegas pada dirimu. Tidak semua perlu kau respon dengan perasaan. Kau harus mampu mati rasa saat diperlukan.

#140: Tiada Hari tanpa Bully


Perhatikanlah lingkungan Anda
Apakah itu lingkungan yang identik dengan pendidikan,
Bahkan lingkungan yang identik dengan kegiatan rohani, 
Anda akan menemukan banyak ejekan, hinaan, pelecehan yang terselubung
Ironinya, bahkan hampir tidak disadari

#138. Miskomunikasi Sekolah dan Orangtua

... turut merasakan isu yang mencoreng wajah pendidikan; adanya siswa yang melecehkan guru (1), siswa menganiaya guru (2), orangtua siswa menganiaya guru (3), siswa dan orangtuanya menganiaya guru (4).

#131: KDrew - Circles

I've been looking for a way out.
Running around with my head down, my pride in the ground.
They told me I was only burden bound.
But now I walk the line on the higher ground, my pride in the clouds,
While they keep running in circles

#129: Said The Sky – Affection

Might not be the time to break the silence
Might not be the place to reel you in
But lemme catch all your tears like tiny diamonds
Might be the last time you’ll fall for this again

#127: If...




If you have eyes
You can see things
If you don't have eyes
You still can see things with brain

#126. Moralitas Abad 21

... singkatnya, deviasi (penyimpangan) moralitas abad 21 setidaknya dijelaskan oleh 5 orang pemikir besar:
1. Jacques Derrida dengan *dekonstruksi* (pembangkangan)
2. Jean Baudrillard dengan *dunia simulasi* (demam medsos, hedonisme)
3. Friedrich Nietzsche dengan *Tuhan sudah mati* (ateis)
4. Roland Barthes dengan *semiotika* (narsisme, megalomania)
5. Michel Foucault dengan *politik kekuasaan* (penindasan dan tidak peduli sejarah)

#125: Radio (A Blast from Past)

Nek, 
Entah energi dari mana
Maybe a blast from past
Kemarin aku mendengar potongan lagu Rayuan Pulau Kelapa 
Lagu RRI yang sering kudengar di radiomu dulu
Mengingatkanku tentangmu

#124: Bravery

A particular moment that gives unusual power
Somehow, you feel empowered

#123: Kereta Api


Sore ini berbeda dari sebelumnya-sebelumnya
Momen sempurna untuk membangun harapan baru
Otak tengahmu menebarkan semarak cinta dalam seisi ruangan
Mereka yang melihatmu pun merasakannya
Membalas dengan senyum terbaik yang pernah kau terima

#122. Paradoks Dilan

... dapat dimaklumi reaksi protes dari beberapa rekan guru dan awam di beberapa tempat terkait film Dilan dan Taman Dilan.

#121: Cinta dan Peristiwa




Dalam hati ini, ada rasa rindu untukmu
Terhadap mata dan wajah-wajah penasaran itu

"apa untungnya bersekolah pak?"
"apa untungnya berdoa pak?"
"pak, dapatkah kami seperti kalian?"
"pak, seperti apa Medan"...

#120: Kritis yang Tepat


Saya memiliki beberapa teman yang kritis.
Mereka mengkritisi lingkungan sosial dan pemerintahan.
Isu-isu global hingga lokal.
Mereka peduli dengan kondisi sosial yang terjadi.